
Jakarta, CNBC Indonesia - Banyak
toko di ITC Roxy yang harus tutup akibat pandemi Covid-19. Namun, tidak
sedikit jatuh akibat kesalahan menempatkan dana untuk investasi.
Berdasarkan
pengakuan pedagang di ITC Roxy, banyak rekannya yang tutup akibat
kerugian dalam menempatkan dana di kripto, padahal itu adalah uang modal
usaha.
"Banyak
yang ketipu kripto, banyak temen saya yang jualan di sini juga, karena
PSBB orang jadi main gituan (kripto). Siapa sih yang nggak tergiur
ketika itu," kata Roy, pemilik Loy's Shop yang berlokasi di lantai I ITC
Roxy kepada CNBC Indonesia di lokasi, Kamis (7/4/22).
Investasi
kripto kala itu memang menawarkan keuntungan besar dengan singkat. Hal
itu menarik banyak pedagang ITC Roxy yang mengalami tekanan dalam bisnis
dan keuangan di awal pandemi lalu. Mereka rela mengeluarkan uang modal
demi bisa mendapat untung secara cepat.
"Loss ada yang miliaran, ada yang Rp 400 juta. Akhirnya tutup bangkrut. Di sini tutup nggak jualan lagi," ungkap Roy.
Ia
mengakui juga kehilangan uang akibat investasi kripto. Namun, jumlahnya
tidak besar, hanya Rp 3 juta. Kehilangan itu dianggap sebagai ongkos
belajar, namun rekan banyak yang akhirnya kehilangan uang dengan jumlah
besar.
Pedagang
lain yakni Apung mengakui juga menerima banyak tawaran untuk
berinvestasi di kripto, namun Ia enggan ceroboh dalam menempatkan
dananya pada aset yang tidak ia pahami.
"Banyak
juga yang nawarin, katanya di sini uangnya cepat balik. Tapi saya nggak
mau sembrono deh, banyak juga rekan saya yang hilang uang dari situ,"
sebutnya kepada CNBC Indonesia.
Sumber
Bos HP di Roxy kebanyakan orang Minang atau Tionghoa (CMIIW)... Pandai
berdagang nggak menjamin mereka pandai berinvestasi Kripto.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar