
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
memastikan seluruh intervensi terkait percepatan penurunan kemiskinan
ekstrem berjalan dengan baik. Di antaranya, program bantuan jaringan
listrik kepada warga miskin atau kurang mampu.
Seorang warga penerima bantuan pemasangan listrik gratis, Ngaluwih (60)
mengaku senang karena rumahnya sudah ada jaringan listrik sendiri.
Sebelum mendapat bantuan pemasangan listrik gratis, dia menumpang
jaringan listrik di rumah kakaknya.
"Terima kasih. Senang sekali karena selama ini listrik numpang di rumah
kakak. Ini dipasang pas bulan puasa. Pemasangannya gratis. Saya baru
beli pulsa dua kali, masing-masing Rp20 ribu," kata Ngaluwih, saat
ditemui di rumahnya di Desa Rowobranten, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten
Kendal, Kamis (8/6/2023).
Sementara itu, Ganjar menjelaskan, Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah
memberikan bantuan pemasangan jaringan listrik di sekitar 105 unit rumah
warga miskin dan kurang mampu di Kabupaten Kendal. Jumlah itu tersebar
di dua kecamatan.
"Kami coba percepat penurunan angka kemiskinan. Antara lain memberikan
fasilitas kepada, mohon maaf, mereka yang miskin atau kurang mampu.
Jadi, tadi ada RTLH kita coba bangunkan, terus fasilitas yang seperti
ini rumah sudah ada tapi listriknya belum ada sekarang kita bantu
(listrik)," kata Ganjar saat meninjau hasil bantuan jaringan listrik.
Listrik memang menjadi indikator penilaian kemiskinan. Selain itu, masih
ada indikator lain seperti air bersih, jamban, rumah tidak layak huni,
dan lainnya. Bantuan listrik itu diharapkan dimanfaatkan dengan baik
oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Rata-rata mereka
membeli pulsa listrik Rp20 ribu perbulan atau Rp50 ribu untuk dua bulan.
"Kalau rumahnya sudah bagus terus kemudian ada listriknya, ada air
bersihnya, ada jambannya, setidaknya sudah memenuhi rumah sehat. Ini
yang coba kita cek apakah sudah menyala apa belum, ternyata sudah. Bayar
apa tidak, gratis, berarti benar dilaksanakan dengan baik. Rp50 ribu
bisa untuk dua bulan, ada yang Rp20 ribu tiap bulan ya mudah-mudahan itu
menjadi manfaat bagi mereka sehingga bisa digunakan untuk kebutuhan
sehari-harinya lebih baik," ungkap Ganjar.
Percepatan penurunan kemiskinan di Jawa Tengah sendiri terus dilakukan
dengan melakukan intervensi pada beberapa indikator tersebut. Selain
RTLH, jamban, listrik, dan air bersih, pemerintah juga berupaya untuk
mengintervensi kemiskinan dengan membuka lapangan kerja, memberikan
pelatihan kerja, dan memberikan kesempatan anak dari keluarga miskin
mendapatkan pendidikan layak.
"Itu yang paling penting tapi yang lain juga mereka yang belum bekerja,
anak putus sekolah atau tidak sekolah, terus yang terakhir menciptakan
lapangan kerja karena beberapa di antara mereka sebenarnya yang miskin
ini karena tidak ada lapangan pekerjaan atau tidak bekerja, barangkali
mereka penyandang disabilitas juga, maka musti kita ciptakan lapangan
pekerjaan untuk mereka," jelasnya.
Terkait pekerjaan, model yang sedang dikerjakan Pemprov Jateng di bawah
pimpinan Ganjar Pranowo antara lain bekerja sama dengan perusahaan untuk
menyediakan lapangan pekerjaan bagi keluarga miskin. Juga ada program
peningkatan potensi diri, agar bisa berusaha secara mandiri.
"Yang tidak sekolah kita sekolahkan. Kami latih, dampingi, dan kasih
modal. Maka tadi peran Baznas ikut membantu. Tapi kalau dari kelompok
ini mau ya kita latih agar pengeluaran bisa berkurang atau penambahan
bisa naik. Kalau pendapatannya bisa kita naikkan, ada tambahan
penghasilan maka pasti angka kemiskinan akan turun. Sekarang kita
keroyok dengan berbagai sumber daya dan seluruh layer pemerintahan
termasuk swasta dan filantrop," pungkasnya.
https://jateng.tribunnews.com/amp/20...-berkat-ganjar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar