Sabtu, 25 April 2015

Obyektif

Jangan enggan atau malu mengkritik pilihan kita, sebab orang yang kita pilih bukan malaikat. Tapi jangan pelit juga untuk memuji, kalau memang layak mendapat pujian.
Obyektiflah.


 Rakyat disuruh berhemat dengan pengurangan subsidi BBM, sedangkan parpol diusulkan diberi kucuran dana 1 triliun per partai. Sungguh tidak masuk akal. Seolah-olah Indonesia sudah begitu mapan. Ruang fiskal untuk pembangunan saja sangat sempit, alias pas-pasan. Kebutuhan primer saja belum terpenuhi, malah sudah ngambil kebutuhan sekunder.
Semoga tidak disetujui oleh presiden. Walaupun itu sebatas usulan, tapi rasanya melukai hati rakyat yang sedang tertimpa kesusahan oleh kenaikan harga-harga.

Indahnya demokrasi yang semakin matang ini. Presiden lebih mendengar suara rakyat, ketimbang elit politik. Lebih indahnya lagi, beliau adalah sosok yang tidak anti terhadap kritik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar