Jangan enggan atau malu mengkritik pilihan kita, sebab orang yang kita
pilih bukan malaikat. Tapi jangan pelit juga untuk memuji, kalau memang
layak mendapat pujian.
Obyektiflah.
Rakyat disuruh berhemat dengan pengurangan subsidi BBM, sedangkan parpol
diusulkan diberi kucuran dana 1 triliun per partai. Sungguh tidak masuk
akal. Seolah-olah Indonesia sudah begitu mapan. Ruang fiskal untuk
pembangunan saja sangat sempit, alias pas-pasan. Kebutuhan primer saja
belum terpenuhi, malah sudah ngambil kebutuhan sekunder.
Semoga
tidak disetujui oleh presiden. Walaupun itu sebatas usulan, tapi
rasanya melukai hati rakyat yang sedang tertimpa kesusahan oleh kenaikan
harga-harga.
Indahnya demokrasi yang semakin matang ini. Presiden lebih mendengar
suara rakyat, ketimbang elit politik. Lebih indahnya lagi, beliau adalah
sosok yang tidak anti terhadap kritik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar