Tampilkan postingan dengan label istilah-istilah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label istilah-istilah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 April 2015

zona nyaman adalah musuh.

Berada di zona nyaman sungguh menipu. Apalagi enak-enak tidur siang di kasur empuk. Pikiran jadi dungu, otak berubah tumpul dan ide-ide cemerlang tertanam di bawah bantal. Setelah sadar semua hanya jalan di tempat, bahkan mundur, pikiran pun jadi gelisah. Malam-malam diserang imsonia. Terus, bawaannya mengeluh melulu.
Cocok apa yang dibilang pakar itu, bahwa zona nyaman adalah musuh.

konsisten

Dalam sebuah pidatonya di hadapan para kader Demokrat, SBY menegaskan agar mendukung penuh pemerintahan Jokowi. Beliau berpesan dengan suara tegas, agar pemerintah sekarang jangan diganggu oleh hal-hal yang tak perlu.
Ini adalah pernyataan seorang negarawan sejati. Yang terpenting, agar dilaksanakan dengan sportif dan konsisten.


 Koalisi masyarakat sipil terdiri dari penggiat anti korupsi, seniman dan tokoh masyarakat, yang mendukung pencalonan Jokowi dulu, sekarang turun ke jalan, mengkritisi dan mendesak Presiden Jokowi membatalkan pelantikan Budi Gunawan sebagai Kepala Polri.
Relawan yang baik dan rasional, tentunya tahu kapan melakukan kritik. Kritik sangat dibutuhkan demi berjalannya pemerintahan yang sehat. Hidup civil society!
Foto Wayan Junaedy.














kerja sama bilateral

Napak tilas peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika. Nampak presiden Jokowi jalan berdampingan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Peringatan 60 tahun KAA resmi ditutup. Dalam forum yang juga dikenal dengan kerjasama selatan-selatan ini, sejumlah misi sudah dihasilkan, salah satunya adalah membentuk tatanan dunia baru. Mandiri secara ekonomi. Sejumlah kerja sama bilateral telah disepakati. Sesuai sejarahnya, konferensi dua benua ini dibentuk karena rasa solidaritas sesama bangsa untuk lepas dari cengkraman kolonialisme. Enam puluh tahun itu telah berlalu, dan kini saatnya negara-negara di kawasan berjuang lepas dari kemiskinan.

perahu gabus

Kita tidak menebarkan kebencian.Wajah kita juga tidak garang menakutkan.Kita mengklarifikasi fakta.Kita tunduk pada hukum timbal balik karma.Kebaikan akan memperoleh kebaikan begitu juga sebaliknya.Melihat ke masa lalu,perahu gabus sudah pasti akan tenggelam.Tenggelam oleh perbuatannya sendiri.Kini kita klarifikasi pada para penumpangnya tentang kebenaran.Ada dua teknik,pertama menyadarkan sebanyak mungkin penumpang perahu gabus untuk mengundurkan diri dan membatalkan tiketnya.Kedua mendorong agar semakin banyak penumpang menaikinya jadi akibatnya juga semakin cepat tenggelam.Yg pasti adalah perahu gabus akan tenggelam.Sikap anda menentukan masa depan anda sendiri.Tidak boleh memaksa.

otoritas

Ketika otoritas saya dilanggar, saat itulah perasaan tidak berguna itu muncul. Seperti perasaan ketika dilecehkan. Untuk apa mengejar penjualan secara membabi buta, sampai mengabaikan prinsip kehati-hatian. Kalau memang tujuan utama hanya mengejar penjualan sebanyak-banyaknya, lebih baik saya dan yang lain ditiadakan saja. Kebijakan macam apa itu kalau melanggar otoritas orang lain.

apa itu otoritas?Otoritas =  kewenangan